PT Mega Capital Sekuritas Mega Capital Sekuritas

Riset

Sebelum berinvestasi, kami sarankan Anda untuk mempelajari dan membaca syarat dan ketentuan berinvestasi dengan cermat

Daily Info
IHSG Menguat +1.0%.
14 NOVEMBER 2018

   IHSG Menguat +1.0%. Sempat melemah di awal perdagangan, IHSG ditutup rebound -1.0% ke 5,835. Sektor keuangan dengan saham bank yaitu BBCA, BBRI dan BMRI menjadi pendorong kenaikan indeks. Sebelumnya, indeks tertekan sentimen perhitungan baru bobot emiten pada indeks LQ45 dan IDX30 mulai Februari 2019. Sementara itu, mulai hari ini (14/11), Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan BI diproyeksikan akan kembali menahan bunga acuan di level 5.75%.


Trading Ideas
IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah Terbatas (Range: 5,725 —5,800).
13 NOVEMBER 2018

                      IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin berada di level 5,777. Indeks berpotensi untuk kembali melanjutkan pelemahannya menuju support level 5,745 hingga 5,725. Black closing marubozu berpotensi membawa indeks bergerak melemah, sementara stochastic juga bergerak cenderung melemah. Namun jika indeks berbalik menguat dapat menguji resistance level 5,800. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif cenderung melemah terbatas.


Weekly Technical - Equity
Weekly View 23 — 27 Oktober 2017
23 OKTOBER 2017


Technical Outlook
ECONOMIC MONTHLY OUTLOOK
4 SEPTEMBER 2018

Ekonomi Global

“Pada bulan September, diperkirakan The Fed akan menaikkan tingkat suku bunganya di tanggal 26 September 2018 dari level 1,75% - 2,00% ke level 2,00% -2,25%. Secara umum, kondisi perekonomian akan cenderung lebih tenang setelah sebelumnya terjadi gejolak akibat krisis Turki. Tidak hanya itu, dengan adanya perjanjian-perjanjian dagang antara AS dengan mitra dagangnya akan membuat tensi perang dagang cenderung rendah”


Ekonomi Indonesia

”Pada Bulan September, diperkirakan Rupiah cenderung melemah secara terbatas, karena dampak dari kenaikan tingkat suku bunga The Fed yang tidak terlalu besar karena sudah diantisipasi oleh pasar. BI juga berkemungkinan tidak akan menaikkan 7-DRR karena antisipasi BI sudah dilakukan pada bulan Agustus. Inflasi Indonesia akan cenderung stabil pada bulan September ini”



Company Update
PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES.IJ, TP: IDR 1,535)
19 SEPTEMBER 2018

    ACES membukukan laba bersih IDR 426 miliar 1H18, naik +29.8% YoY (IDR 217.1 miliar 2Q18; +3.9% QoQ). Tumbuhnya laba didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar +22.6% YoY ke IDR 3.38 triliun dengan kenaikan penjualan di semua segmen yang didukung oleh penambahan gerai serta promosi  yang dilakukan perseroan. Kami merekomendasikan  Buy untuk saham ACES dengan target price IDR 1,535. Target price tersebut mencerminkan PER’19E sebesar 28.63x dan PBVR’19E sebesar 6.12x.



Monthly Economy Report
October Outlook
28 SEPTEMBER 2018

Monthly Outlook
KONDISI EKONOMI GLOBAL


“Tensi perang dagang pada bulan Oktober diperkirakan akan kembali meningkat seiring dengan buntunya negosiasi AS dengan mitra dagangnya seperti Kanada dan Tiongkok. Apabila mandeknya negosiasi dengan Tiongkok masih berlanjut bulan Oktober, maka diperkirakan AS akan mengenakan kembali tarif kepada USD 267 miliar barang Tiongkok. Di sisi lain, tekanan global terhadap pasar negara berkembang diperkirakan akan semakin lemah seiring dengan pulihnya perekonomian Argentina dan Turki”


Prospectus
Prospektus CIMB-P Dollar Bond (Maret 2018) Final
23 OKTOBER 2018


Earning Flash
PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF.IJ, TP: IDR 8,800)
24 AGUSTUS 2018

2Q18 Result

   Pada 2Q18, LPPF mencatatkan  pendapatan bersih senilai IDR 3.95 triliun atau tumbuh +101.6% QoQ didukung oleh momentum Lebaran. Secara kumulatif, pendapatan bersih 1H18 tumbuh +3.1% YoY. Laba bersih 2Q18 mencapai IDR 1.1 triliun atau naik  +345% QoQ dengan laba 1H18 naik +0.5% YoY.  Kami menetapkan target harga saham LPPF sebesar IDR 8,800 per lembar yang mencerminkan PE’19E sebesar 12.55x dan PBV’19E sebesar 7.3x. 


Economic Update
Inflation: Sleep For A While
10 APRIL 2017

Maret 2017 terjadi deflasi sebesar 0,02% (MoM) atau berbanding terbalik dengan Februari 2017 yang mengalami inflasi 0,23% (MoM) serta prediksi beberapa ekonom dengan kisaran inflasi sebesar  0,08% (MoM) - 0,37% (MoM). Kelompok bahan makanan memberikan kontribusi deflasi  pasca panen raya sekaligus mengurangi tekanan inflasi Januari dan Februari 2017 akibat kenaikan tarif dasar listrik dan STNK. Meskipun demikian, kami menganggap deflasi Maret 2017 bersifat temporer dan memperkirakan April 2017 akan  terjadi inflasi dengan level yang rendah secara bulanan yaitu 0,08% (MoM) namun lebih tinggi secara tahunan sebesar 4,42% (YoY).  Di tahun 2017, kami memperkirakan inflasi akan sebesar 4,41% atau masih dalam target Bank Indonesia (4±1%).  BI 7-Day RRR juga diperkirakan akan  dipertahankan pada level 4,75% pada April 2017.



IPO Update
IPO Summary - PT Madusari Murni Indah Tbk.
8 AGUSTUS 2018

Sekilas Perusahaan

PT Madusari Murni Indah (“Perseroan”) bergerak di bidang produksi ethanol, karbondioksida cair, dry ice dan pupuk yang terintegrasi dengan kegiatan distribusi dan perdagangan.


Kisaran Harga Saham

IDR 500- IDR 600


Jadwal Sementara
Perkiraan Masa Penawaran Awal                                                      : 6 – 9 Agustus 2018

Perkiraan Tanggal Efektif                                                                    : 21 Agustus 2018

Perkiraan Masa Penawaran Umum                                                 : 23 - 27 Agustus 2018

Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik                : 29 Agustus 2018

Perkiraan Tanggal Pencatatan                                                           : 30 Agustus 2018


Jumlah Saham yang Ditawarkan

Sebanyak-banyaknya 495,946,000 lembar saham  (20.00%)


Penjamin Pelaksana Emisi Efek

PT Sucor Sekuritas



Market Outlook
ECONOMIC AND MARKET OUTLOOK 2018 FOLLOW THE SUN
13 DESEMBER 2017


Monthly Technical
November Economic Outlook
31 OKTOBER 2018


Stock Call
PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC.IJ, TP: IDR 2,700)
16 OKTOBER 2018


ZINCronitation Stupendously

 We recommend a Strong Buy for ZINC in our Stock Call with a 12mo target price at IDR 2,700; still has an upside potential of 64.6%. The main catalysts of our recommendation are 1) ZINC evolution into a major player in non-ferrous and precious metals, 2) ZINC expansion plan of doubling its capacity and 3) ZINC smelters business plan.