PT Mega Capital Sekuritas Mega Capital Sekuritas

Riset

Sebelum berinvestasi, kami sarankan Anda untuk mempelajari dan membaca syarat dan ketentuan berinvestasi dengan cermat

Daily Info
IHSG Menguat Tipis +0.03% di Level 6,053.
21 NOVEMBER 2017

            Perdagangan awal pekan ini catatkan kenaikan tipis +0.03% ke level 6,053. Sektor infrastruktur menjadi penghambat terbesar dengan penurunan (1.00%), disusul dengan sektor properti, perdagangan dan perkebunan. Sementara sketor industri dasar naik paling tinggi sebesar +0.82%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain BDMN naik +12.89%, MNCN naik +6.19%, KRAS naik +5.42%. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan to losers, antara lain saham TINS turun (2.14%), LPPF turun (2.12%), ARMY turun (1.83%) Investor asing masih catatkan net sell sebesar IDR49 miliar atau IDR28.8 triliun sepanjang 2017.


Trading Ideas
Hari ini diperkirakan indeks cenderung melemah terbatas.
21 NOVEMBER 2017

IHSG ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin berada di level 6,053. Indeks juga sempat mencoba untuk melewati resistance level 6,090 namun belum mampu, hal tersebut berpotensi membuat indeks mengalami koreksi menuju support level 6,035 hingga 6,020. Candle yang membentuk formasi shoong star berpotensi membawa indeks melemah. Namun jika berbalik menguat, berpeluang kembali menguji 6,070.




Weekly Technical - Equity
Weekly View 23 — 27 Oktober 2017
23 OKTOBER 2017


Technical Outlook
Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas.
23 OKTOBER 2017

   IHSG ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin berada di level 5,929. Indeks tampak belum mampu untuk melewaA EMA 20 dan/atau support level 5,910, di mana berpeluang untuk mengalami konsolidasi dengan bergerak menuju resistance level 5,945. Namun stochastic yang mengalami bearish crossover berpotensi menghambat laju penguatan indeks.  


Company Update
BBRI Company Update Nov2017
10 NOVEMBER 2017


Earning Flash
PT Kalbe Farma Tbk
10 APRIL 2017

Pendapatan KLBF FY16 tumbuh +8.3% YoY menjadi IDR 19.37 triliun didukung naiknya volume penjualan, membaiknya daya beli masyarakat dan tingkat inflasi yang terkendali. Sementara itu, laba bersih bertumbuh +14.7% yoy menjadi IDR 2.3 triliun akibat naiknya laba kotor dan penghasilan bunga. Kami
menetapkan target harga saham KLBF sebesar IDR 1,835 per lembar yang mencerminkan PE’17 sebesar 34.25x dan PBV’17E sebesar 6.9x.


Economic Update
Inflation: Sleep For A While
10 APRIL 2017

Maret 2017 terjadi deflasi sebesar 0,02% (MoM) atau berbanding terbalik dengan Februari 2017 yang mengalami inflasi 0,23% (MoM) serta prediksi beberapa ekonom dengan kisaran inflasi sebesar  0,08% (MoM) - 0,37% (MoM). Kelompok bahan makanan memberikan kontribusi deflasi  pasca panen raya sekaligus mengurangi tekanan inflasi Januari dan Februari 2017 akibat kenaikan tarif dasar listrik dan STNK. Meskipun demikian, kami menganggap deflasi Maret 2017 bersifat temporer dan memperkirakan April 2017 akan  terjadi inflasi dengan level yang rendah secara bulanan yaitu 0,08% (MoM) namun lebih tinggi secara tahunan sebesar 4,42% (YoY).  Di tahun 2017, kami memperkirakan inflasi akan sebesar 4,41% atau masih dalam target Bank Indonesia (4±1%).  BI 7-Day RRR juga diperkirakan akan  dipertahankan pada level 4,75% pada April 2017.



Market Outlook
ECONOMIC AND MARKET OUTLOOK - PAVING THE WAY TOWARD THE EDGE
20 SEPTEMBER 2017

Dengan asumsi adanya kenaikan sebesar 1 bps pada yield US Treasury pasca normalisasi neraca keuangan The Fed dan stabilnya nilai tukar rupiah serta tidak ada kenaikan BI-7DRRR maka pada akhir tahun 2017 yield generic 10 tahun SBN berada pada kisaran 6,66% - 6,71%. Cenderung stabil namun sedikit menurun di akhir tahun.

Pasca pernyataan Mario Draghi di Sintra, Portugal, yang memberikan sinyal akan menghentikan program quantitative easingnya, nilai tukar EURO terhadap USD meningkat drastis sementara yield 10 tahun Euro mengalami tren menurun.

Rilis ECB minutes menunjukkan adanya kekhawatiran dari menguatnya nilai tukar EURO pasca pernyataan yang bersifat “hawkish” dari Mario Draghi. Pasar berekspektasi bahwa ECB akan mengumumkan exit strategy terkait keberlanjutan program quantitative easingnya sebesar €60 miliar perbulannya. Meskipun demikian, jika melihat tingkat inflasi EURO saat ini, akan cukup kecil kemungkinan bagi ECB untuk memberhentikan program tersebut.


Stock Call
PT. Pakuwon Jati Tbk.
15 NOVEMBER 2017

Kami memberikan rekomendasi Buy kepada PWON dengan target harga sebesar
IDR 750 per lembar saham yang merefleksikan diskon 45% terhadap RNAV dan
P/E FY2018F 17.02x. Sebagai salah satu pemain terbesar dalam industri
properti, PWON memiliki keunggulan berupa pertumbuhan
recurring income
yang solid serta didukung oleh kepemilikan portofolio properti investasi mereka
di lokasi strategis yang memiliki tingkat okupansi yang tinggi. Selain itu juga,
prospek positif untuk industri properti pada tahun 2018 mendatang seperti
relaksasi sejumlah regulasi untuk industri properti serta pembangunan
infrastruktur penunjang turut dapat menjadi katalis positif bagi PWON